Pengaruh Dwelling Time pada Penerimaan Pajak Impor di Indonesia

The Effect of Dwelling Time on Import Tax Revenue in Indonesia

  • Adam Syaiful Hilal Badan Pusat Statistik Kabupaten Kapuas Hulu
  • Vera Lisna Pusdiklat Badan Pusat Statistik, Jakarta
Keywords: dwelling time, ECM, penerimaan pajak impor

Abstract


High dwelling time in Indonesia has been in the spotlight of President since his visit to the Port of Tanjung Priok in 2014. This could bring impact on international trade, one of which is indicated by import tax revenue. The value of import in Indonesia which continues to fall has brought impact to lower country revenue from import tax. The objective of this study is to analyze the effect of dwelling time on import tax revenue in Indonesia. The results from recursive equation system of Error Correction Model (ECM) by using data during January 2014 to November 2016 show that lower dwelling time will increase import tax revenue in Indonesia. ------------------------------------ Lamanya dwelling time menjadi sorotan Presiden RI sejak kunjungannya ke Pelabuhan Tanjung Priok tahun 2014 silam. Hal ini dapat berdampak pada perdagangan internasional, salah satunya diukur dari penerimaan pajak impor. Nilai impor Indonesia yang terus turun berdampak pada rendahnya penerimaan negara dari pajak impor. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh dwelling time pada penerimaan pajak impor di Indonesia. Berdasarkan hasil estimasi sistem persamaan rekursif Error Correction Model (ECM) dengan data periode Januari 2014–November 2016 diketahui bahwa dwelling time yang lebih rendah akan meningkatkan penerimaan pajak impor di Indonesia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aryana, I M. (2011). Pengaruh tarif bea masuk, kurs dan volume impor terhadap penerimaan bea masuk di Indonesia. Tesis. Denpasar: Universitas Udayana.

Bank Indonesia. (2017). Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia 2017. Diakses 23 April 2017 dari https://www.bi.go.id/id/statistik/seki/bulanan/Default.aspx.

Begum, H. (2003). Impact of port eciency and productivity on the economy of Bangladesh – A case study of Chittagong Port. Dissertation. Malm¨ o, Sweden: World Maritime University. Diakses 23 April 2017 dari https://commons.wmu.se/cgi/viewcontent.cgi?referer=https://scholar.google.co.id/&httpsredir=1&article=1404&context=all dissertations.

BPS. (2014). Statistik Indonesia 2014. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

BPS. (2015). Statistik Indonesia 2015. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

BPS. (2016). Statistik Indonesia 2016. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Deliarnov. (1995). Pengantar ekonomi makro. Jakarta: Universitas Indonesia.

DJBC. (2013). Statistik DJBC. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Diakses 23 April 2017 dari http://www.beacukai.go.id/statistik/2016.html.

DJBC. (2014). Statistik DJBC. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Diakses 23 April 2017 dari http://www.beacukai.go.id/statistik/2016.html.

DJBC. (2015). Statistik DJBC. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Diakses 23 April 2017 dari http://www.beacukai.go.id/statistik/2016.html.

Ginting, E., Yusuf, A. A., Aji, P., & Horridge, M. (2015). Economy-wide impact of a more efficient Tanjung Priok Port. ADB Papers on Indonesia, 03. Manila: Asian Development Bank. Diakses 23 April 2017 dari https://www.adb.org/publications/economy-wide-impact-more-efficient-tanjung-priok-port.

Granger, C.W. J. (1986). Developments in the study of cointegrated economic variables. Oxford Bulletin of Economics and Statistics, 48(3), 213–228. doi: https://doi.org/10.1111/j.1468-0084.1986.mp48003002.x.

Gujarati, D. N., & Porter, D. C. (2009). Basic econometrics (5th Edition). New York: Mc Graw-Hill.

Kemenkeu. (2015). Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 466/KMK.01/2015 Tentang Rencana Strategis Kementerian Keuangan Tahun 2015–2019. Jakarta: Kementerian Keuangan.

Lindert, P. H. (1994). Ekonomi internasional (Edisi kesembilan). Jakarta: Bumi Aksara.

Narayan, P. K., & Smyth, R. (2006). What determines migration flows from low-income to high-income countries? An empirical investigation of Fiji–U.S. migration 1972–2001. Contemporary Economic Policy, 24(2), 332–342. doi: https://doi.org/10.1093/cep/byj019.

Narindra, R. A. A., Al Musadieq, M., & Supriono. (2016). Analisis pengaruh dwelling time terhadap pendapatan (Studi pada PT. Terminal Petikemas Semarang tahun 2011–2015). Jurnal Administrasi Bisnis, 41(1), 51–56.

Purwito, A. (2008). Kepabeanan dan cukai (pajak lalu lintas barang): Teori dan aplikasi. Jakarta: Kajian Hukum Fiskal FHUI.

Rachbini, D. J. (2000). Pembangunan ekonomi dan sumber daya manusia. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo).

Rizieq, R. (2006). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi cadangan devisa Indonesia. Jurnal Equilibrium, 3(2), 120–136.

Salawati. (2008). Analisis pengaruh inflasi dan nilai tukar rupiah terhadap penerimaan PPN pada Kanwil DJP Jakarta Selatan. Skripsi. Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

Sarwar, N. (2013). Time-related key performance indicators and port performance: a review of theory and practice. Thesis. Tønsberg, Norway: Vestfold University College.

Sukirno, S. (2011). Makroekonomi: Teori pengantar. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.

Teteng, A. K. (2009). Efisiensi kinerja dan biaya pelabuhan terhadap ekspor barang melalui angkatan laut. Jurnal Manajemen Teknologi, 10(3), 242–254.

Usman, B., & Subroto, K. (1980). Pajak-pajak Indonesia. Bandung: Yayasan Bina Pajak.

World Bank. (2011). Economic premise note series. Diakses 23 April 2017 dari http://go.worldbank.org/EWC46VGN80.

World Bank. (2017). Connecting to compete 2016: Trade logistic in the global economy – The logistic performance index and its indicators. Washington DC: World Bank. Diakses 23 April 2017 dari http://www.worldbank.org/en/news/feature/2016/06/28/connecting-to-compete-2016-trade-logistics-in-the-globaleconomy.

Published
2019-04-02
Views
  • Abstract 1028


  • PDF 858
Abstract Metrics
Abstract view : 1028 times

PDF - 858 times
How to Cite
Hilal, A. S., & Lisna, V. (2019). Pengaruh Dwelling Time pada Penerimaan Pajak Impor di Indonesia. Jurnal Ekonomi Dan Pembangunan Indonesia, 19(2), 147-159. https://doi.org/10.21002/jepi.v19i2.792
Section
Articles