Evaluasi Lima Tahun Desentralisasi Fiskal di Indonesia

  • Susiyati B. Hirawan
Keywords: Desentralisasi Fiskal, PAD, Dana Perimbangan, Ketiinpangan Fiskal, APBD

Abstract


Akhir tahun 2005 yang lalu, telah genap lima lahun usia implementasi otonomi daerah dan desentralisasi fiskal di Indonesia. Perubahan manajemen publik ini ditandai dengan adanya pengalihan kewenangan dan keuangan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dalam jumlah yang sangat signif├Čkan. Selama lima tahun ini, terjadi peningkatan cukup drastis dari porsi anggaran dalam APBN yang harus didaerahkan.Dari sisi keuangan daerah, aliran dana perimbangan ini relatif memiliki porsi yang sangat besar dalam APBD, khususnya APBD Kabupaten/Kota. Seiring dengan usaha pemerintahan daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah, dampak desentralisasi fiskal telah memperburuk iklim investasi dengan munculnya berbagai Peraturan Daerah yang cenderung distorsif terhadap perekonomian.Implementasi desentrasasi fiskal juga belum dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah kembali ke tingkat sebelum krisis ekonomi terjadi. Tingginya ketergantungan pemerintah daerah terhadap dana dan pemerintah pusat juga membawa implikasi pentingnya pemerintah pusat membuat formulasi alokasi dana perimbangan yang lebih sederhana, transparan, dan efektif. Selain itu, pemerintah pusat hendaknya juga memperhatikan masalah distribusi pendapatan antar daerah mengingat besarnya potensi ketimpangan pembangunan antar daerah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Brodjonegoro, Bambang PS dan Robert Simanjuntak (2005). Study on Decentralization Framework and Fiscal and Administrative Capacity of Local Governments in Indonesia. Mimeo, Universitas Indonesia, 2005.

De Mello JR, Luiz R. Fiscal Decentralization and Intergovernmental Fiscal Relations: A Cross-Country Analysis. World Development Vol. 28 No. 2, pp. 365 - 380, 2000.

Departemen Keuangan RI. Nota Keuangan, beberapa tahun publikasi.

LPEM FEUI (2001). Cost of Doing Business. Laporan Penelitian LPEM FEUI.

LPEM FEUI (2003). Regional Public Expenditure Review. Laporan Penelitian LPEM FEUI

Menko Perekonomian RI (2006). Pelengkap Buku Pegangan 2006 Pemerintahan dan Pembangunan Daerah.

PP No. 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan

Schroeder, Larry dan Smoke, Paul. "Intergovernmental Transfers: Concepts, International Practice, and Policy Issues," dalam Paul Smoke dan Yun-Hwan Kim, eds., Intergovernmental Fiscal Transfers in Asia: Current Practice and Challenges for the Future. ADB, 2003, hal. 20 59.

Simanjuntak, Robert. "Politik Keuangan Daerah dan Perimbangan Keuangan Pusat-Daerah" Mimeo, Universitas Indonesia, 2005.

Syahrial, Syarif, 2003. Otonomi Khusus. KPPOD News, Jakarta, 2003

Syahrial, Syarif, 2005. Tekanan Politik Pemerintah Daerah dalam Alokasi DAU. Buletin Ekonomi, Moneter dan Perbankan, Bank Indonesia 2005

UNDP (2004). Indonesia Human Development Report 2004: The Economics of Development in Indonesia.

UU No.18 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Daerah Istimewa Aceh Sebagai Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam

UU No. 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua

UU No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah

UU No. 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah

UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah

UU No. 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah

Published
2006-01-01
Views
  • Abstract 1553


  • PDF 1140
Abstract Metrics
Abstract view : 1553 times

PDF - 1140 times
How to Cite
Hirawan, S. B. (2006). Evaluasi Lima Tahun Desentralisasi Fiskal di Indonesia. Jurnal Ekonomi Dan Pembangunan Indonesia, 6(2), 63-82. https://doi.org/10.21002/jepi.v6i2.158
Section
Articles