Identifikasi Fenomena ‘Overeducation’ di Pasar Kerja di Indonesia?

  • Sugiharso Safuan Manager Riset dan Pengabdian Masyarakat, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
  • Suahasil Nazara Kepala Lembaga Demografi, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
Keywords: Overeducation, Pasar Kerja, Indonesia

Abstract


Makalah ini mengevaluasi perbedaan antara rata-rata pendidikan minimal yang dibutuhkan oleh suatu jenis pekerjaan dan pendidikan pekerja yang bekerja di jenis pekerjaan tersebut. Overeducation terjadi apabila pendidikan pekerja di jenis pekerjaan tertentu lebih tinggi dari yang dibutuhkan oleh jenis pekerjaan tersebut. Dengan menggunakan sample pekerja W1, sektor formal dari data Sakernas 1996, 1999, dan 2002, hasil studi menunjukkan bahwa persentase pekerja cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Hasil estimasi juga menunjukkan dampak pendidikan meningkatkan penghasilan dan pekerja overeducated berpengaruh signifikan pada penghasilan pekerja meskipun telah dikontrol oleh usia, jenis kelamin, jam kerja serta karakteristik individu lainnya. 

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Suahasil Nazara, Kepala Lembaga Demografi, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
 

References

Ananta dan Sugiharso, (1988). Dampak Pendidikan pada Penghasilan: Studi kasus di Jawa Timur. Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Battu, H., Belfield, C.R., and Sloan, P.P. (1999). Overeducation among graduates : a cohort view. Education Economics, 7(1),21-38.

Becker, G.S. (1964). Human Capital. New York : National Beurau of Economic Research (NBER).

Clogg, C. (1979) Measuring underemployment : demographic indicators for the United States. New York: Academic Press.

Chon, E. and Khan, S.P. (1995). The wages effect of overschooling revisited. Labour Economics 2, 67-76.

Dolton, P., and Vinogles, A. (2000). The incidence and Effect of Education in the U.K. graduate labour market. Economics of Education Review. 19(2). 1979-198.

Duncan and Hoffman, S. (1981). The incidence and Wages effect of overeducation, Economics of Education Review. 1(), 75-86.

Groot, W. (1996). The incidence of and return to overeducation in the UK. Applied Economics, 28, 227-236.

Hartog, J. (2000). Overeducation and earning : Where are we, where should we go ? The Economics of Education Review, 19(2), 131-147.

Johnson, W.R. (1978). A Theory of job shopping. Quarterly of Journal Economics, 9 (2), 261-277.

Javanovic, B. (1979). Job matching and theory of turnover. Journal of Political Economy, 87(3), 972-990.

Nuwawea, (2003), Tenaga Kerja dan Kesempatan kerja, Suara karya.

Rumberger, R.W. (1981). The rising incidence of overeducation in the US labor market. The Economics of Education Review, 1(1), 293-314.

Sulivan, T.M. (1978). Marginal worker, the underutilization of American Workers, Austin : University of Texas Press.

Sicherman, N. (1991), Overeducation in labor market, Journal of Labor Economics 9. 101-122.

Verdugo, R.R., and Verdugo, N.T. (1989). The impact of surplus schooling on earning. Journal of Human Resources, 24(4), 629-643.

Rubb, S. (2003). Overeducation : a short or long run phenomenon for individual?., The Economics of Education Review 22(2003) 389-394.

Published
2005-07-01
Views
  • Abstract 880


  • PDF 444
Abstract Metrics
Abstract view : 880 times

PDF - 444 times
How to Cite
Safuan, S., & Nazara, S. (2005). Identifikasi Fenomena ‘Overeducation’ di Pasar Kerja di Indonesia?. Jurnal Ekonomi Dan Pembangunan Indonesia, 6(1), 79-92. https://doi.org/10.21002/jepi.v6i1.152
Section
Articles