Tingkat Pengembalian Investasi Pendidikan di Kalimantan Barat Tahun 2018

Rate of Returns to Education in West Kalimantan, 2018

  • Sakuntala Devi Ayu Badan Pusat Statistik Kota Singkawang
  • Sri Mulatsih Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor
  • Tanti Novianti Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor
Keywords: modal manusia, model Mincer, tingkat pengembalian pendidikan

Abstract


Theoretically, human capital plays an important role in economic growth. In West Kalimantan, the government increase the education investment to improve human capital. This study aims to estimate the rate of return of education investment in West Kalimantan Province, Pontianak and Singkawang District. SAKERNAS 2018 individual data was analyzed using the Mincer Model and the Heckman’s Two-step procedure. The result show that the rate of return of education investment in West Kalimantan province is 3,83 percent. It means that each additional year of schooling will increase income by 3,83 percent. The rate of return of education investment in Pontianak and Singkawang District are 6,21 percent and 4,87 percent, respectively. ------------------------------- Secara teoritis, modal manusia mempunyai peran penting dalam pertumbuhan ekonomi. Untuk meningkatkan modal manusia, pemerintah meningkatkan investasi pendidikan di Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung tingkat pengembalian investasi pendidikan di Provinsi Kalimantan Barat, Kota Pontianak, dan Kota Singkawang menggunakan model Mincer dan prosedur Heckman’s Two Step. Hasil estimasi dengan menggunakan data individual SAKERNAS 2018 menunjukkan tingkat pengembalian pendidikan pada seluruh level pendidikan di Kalimantan Barat sebesar 3,83 persen. Artinya, setiap penambahan satu tahun lama sekolah akan meningkatkan pendapatan rata-rata sebesar 3,83 persen. Tingkat pengembalian investasi pendidikan di Kota Pontianak dan Kota Singkawang masing-masing sebesar 6,21 persen dan 4,87 persen.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Barro, R. J.,&Lee, J.W. (2010).Anew data set of educational attainment in the world, 1950-2010. NBER Working Paper, 15902. National Bureau of Economic Research. Diakses 6 November 2019 dari http://www.nber.org/papers/w15902.

Becker, G. S. (1993). Human capital. Chicago: University of Chicago Press.

Blanchard, O., & Johnson, D. R. (2017). Makroekonomi (Edisi keenam). Jakarta: Penerbit Erlangga.

Borjas, G. J. (2016). Labor economics (7th edition). New York: McGraw-Hill.

BPS. (2013). Proyeksi penduduk Indonesia 2010-2035. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

BPS. (2014). Indeks Pembangunan Manusia 2014: Metode baru. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

BPS. (2017). Statistik Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat 2017. Pontianak: Badan Pusat Statistik.

BPS. (2018a). [Seri 2010] Distribusi PDRB terhadap jumlah PDRB 34 provinsi atas dasar harga berlaku menurut provinsi, 2010-2018 (Persen). Badan Pusat Statistik. Diakses 29 November 2017 dari https://www.bps.go.id/dynamictable/2015/10/07/959/-seri-2010-distribusi-pdrb-terhadap-jumlah-pdrb-34-provinsi-atas-dasar-harga-berlaku-menurut-provinsi-2010-2018-persen-.html.

BPS. (2018b). Indeks Pembangunan Manusia 2017. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

BPS. (2018c). Rata-rata lama sekolah penduduk umur ≥ 15 tahun menurut provinsi, 2015–2018.. Badan Pusat Statistik. Diakses 29 November 2017 dari https://www.bps.go.id/dynamictable/2018/06/29/1508/ratarata-lama-sekolah-penduduk-umur-15-tahun-menurutprovinsi-2015—2018.html.

BPS. (2018d). Indikator pasar tenaga kerja Indonesia Februari 2018. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

BPS. (2018e). Pedoman Pencacah Survei Angkatan Kerja Nasional Agustus 2018. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

BPS. (2019a). [Seri 2010] Distribusi PDRB terhadap jumlah PDRB 34 provinsi atas dasar harga berlaku menurut provinsi, 2010-2018 (Persen). Badan Pusat Statistik. Diakses 6 November 2019 dari https://www.bps.go.id/dynamictable/2015/10/07/959/-seri-2010-distribusi-pdrb-terhadap-jumlah-pdrb-34-provinsi-atas-dasar-harga-berlaku-menurut-provinsi-2010-2018-persen-.html.

BPS. (2019b). Angka Partisipasi Sekolah (APS). Badan Pusat Statistik. Diakses 16 September 2019 dari https://sirusa.bps.go.id/sirusa/index.php/indikator/569.

BPS. (2019c). APS menurut kab/kota 2018-2020. Badan Pusat Statistik. Diakses 17 November 2019 dari https://kalbar.bps.go.id/indicator/28/48/1/aps-menurut-kab-kota.html.

Card, D. (1999). The Causal E ect of Education on Earnings. In O. Ashenfelter & D. Card, Handbook of Labor Economics, Volume 3 (pp. 1801-1863), California : Elsevier Science B.V.

Darsani, H. (2019, 5 Maret). Program pendidikan gratis terealisasi, Disdik Kalbar optimis bisa dongkrak IPM. Tribun Pontianak. Diakses 6 November 2019 dari https://pontianak.tribunnews.com/2019/03/05/program-pendidikan-gratis-terealisasi-disdik-kalbaroptimis-bisa-dongkrak-ipm.

Duflo, E. (2001). Schooling and labor market consequences of school construction in Indonesia: Evidence from an unusual policy experiment. American Economic Review, 91(4), 795-813. doi: 10.1257/aer.91.4.795.

Dumauli, M. T. (2015). Estimate of the private return on education in Indonesia: Evidence from sibling data. International Journal of Educational Development, 42, 14-24. doi: https://doi.org/10.1016/j.ijedudev.2015.02.012.

Hendajany, N., Widodo, T., & Sulistyaningrum, E. (2016). Perkembangan tingkat pengembalian investasi pendidikan antar-provinsi: Indonesia Family Life Survey 1993–2014. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia, 17(1), 44-57. doi: https://doi.org/10.21002/jepi.v17i1.647.

Kemendikbud. (2018). Neraca Pendidikan Daerah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Diakses 24 Februari 2019 dari https://npd.kemdikbud.go.id/?appid=&stateid=detail&kd=130500#peta.

Kemendikbud. (2019). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2019 Tentang Pedoman Organisasi dan Tata Kerja Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kemendiknas. (2000). Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 232/U/2000 Tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Perguruan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Siswa. Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional.

Lim, S. S., Updike, R. L., Kaldjian, A. S., Barber, R. M., Cowling, K., York, H., ... & Leever, A. T. (2018). Measuring human capital: a systematic analysis of 195 countries and territories, 1990–2016. The Lancet, 392(10154), 1217-1234. doi: https://doi.org/10.1016/S0140-6736(18)31941-X.

Mincer, J. (1962). On-the-job training: Costs, returns, and some implications. Journal of Political Economy, 70(5, Part 2), 50-79. doi: https://doi.org/10.1086/258725.

Mincer, J. A. (1974). Schooling and earnings. National Bureau of Economic Research. Tanggal akses 26 Agustus 2018 dari https://www.nber.org/books/minc74-1.

Poteliene, S., & Tamasauskiene, Z. (2013). Human capital investment: Measuring returns to education. Socialiniai Tyrimai/Social Research, 4(33), 56-65.

Psacharopoulos, G. (1981). Returns to education: an updated international comparison. Comparative Education, 17(3), 321-341. doi: https://doi.org/10.1080/0305006810170308.

Psacharopoulos, G. (1995). The profitability of investment in education: concepts and methods. Human Capital Development and Operations Policy (HCO) Working Papers, 63. Washington, DC: World Bank. Diakses 6 November 2019 dari http://documents.worldbank.org/curated/en/909711468761947964/The-profitability-of-investment-in-education-conceptsand-methods.

Psacharopoulos, G., & Patrinos, H. A. (2004). Returns to investment in education: a further update. Education Economics, 12(2), 111-134. doi: https: //doi.org/10.1080/0964529042000239140.

Purnastuti, L., Miller, P. W., & Salim, R. (2013). Declining rates of return to education: evidence for Indonesia. Bulletin of Indonesian Economic Studies, 49(2), 213-236. doi: https://doi.org/10.1080/00074918.2013.809842.

Purnastuti, L., Salim, R., & Joarder, M. A. M. (2015). The returns to education in Indonesia: Post reform estimates. The Journal of Developing Areas, 49(3), 183-204.

Republika.co.id. (2019, 4 Maret). Kalimantan Barat Gratiskan Biaya Pendidikan SMA/SMK. Diakses 6 November 2019 dari https://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/pnuges382/kalimantan-barat-gratiskan-biaya-pendidikan-smasmk.

RESULTS International (Australia). (2012). Education for all: Or those just easier to reach? Returns to Junior secondary education and the role of education in moving people out of poverty – The case of Indonesia. Washington, DC: USAID.

Samosir, O. B. (2019, 14 Juni). Tipologi Bonus Demografi. Kompas.id. Diakses 6 November 2019 dari https://kompas.id/baca/opini/2019/06/14/tipologi-bonus-demografi.

Siddiqui, A., & Rehman, A. U. (2017). The human capital and economic growth nexus: in East and South Asia. Applied Economics, 49(28), 2697-2710. doi: https://doi.org/10.1080/00036846.2016.1245841.

Smith, S. W. (2003). Labour economics (2nd edition). Routledge.

Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2006). Pembangunan ekonomi (Edisi kesembilan, jilid I). Jakarta: Erlangga.

UNDP. (2016). Human Development Report 2016: Human Development for Everyone. New York: United Nation Development Programme. Diakses 6 November 2019 dari https://www.undp.org/content/undp/en/home/librarypage/hdr/2016-human-development-report.html.

UNESCO. (2013). UIS methodology for estimation of mean years of schooling. UNESCO Intitute for Statistics - United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization. Diakses 6 November 2019 dari http://uis.unesco.org/sites/default/files/documents/uis-methodology-for-estimation-of-mean-years-ofschooling-2013-en 0.pdf.

Vatta, K., Sato, T.,&Taneja, G. (2016). Indian labour markets and returns to education. Millennial Asia, 7(2), 107-130. doi: https://doi.org/10.1177/2F0976399616655001.

Published
2021-07-25
Views
  • Abstract 386


  • PDF 454
Abstract Metrics
Abstract view : 386 times

PDF - 454 times
How to Cite
Ayu, S. D., Mulatsih, S., & Novianti, T. (2021). Tingkat Pengembalian Investasi Pendidikan di Kalimantan Barat Tahun 2018. Jurnal Ekonomi Dan Pembangunan Indonesia, 21(2), 164-184. https://doi.org/10.21002/jepi.v21i2.1331
Section
Articles