Analisis Kebijakan Ekonomi Pengembangan Pelabuhan di Provinsi Aceh

Mandasari Mandasari, Tridoyo Kusumastanto, Heti Mulyati

Abstract


Economic Policy Analysis for Port Development in Province of Aceh

Port development was becoming a major issue in promoting national and regional economic competitiveness. However, the development of public ports in Aceh province has not been significantly caused by low port economic activity. This research used Linear Programming, qualitative description, and Analytical Hierarchy Process method. The result showed the main economic policy of port development in Aceh Province was to developing economic growth centers in hinterland by developing sectors producing goods such as agriculture, forestry and fishery sector, mining and quarrying sector, and industrial sector. The another policy was strengthen connectivity port-hinterland logistics network by improving the quality connectivity infrastructure, enhancing cooperation between port operators with exporters and logistics service providers, and build the dry port.

Keywords: Economics Policy; Port Development; Hinterland; Logistics


Abstrak

Pengembangan pelabuhan saat ini menjadi isu utama dalam mendorong daya saing perekonomian daerah dan nasional. Namun demikian, perkembangan pelabuhan umum di Provinsi Aceh belum signifikan yang ditandai masih rendahnya aktivitas ekonomi pelabuhan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Linear Programming, deskripsi kualitatif, dan Analytical Hierarchy Process. Hasil penelitian menunjukkan kebijakan ekonomi utama pengembangan pelabuhan di Provinsi Aceh adalah membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah penyangga dengan mengembangkan sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, sektor pertambangan dan penggalian, serta sektor industri. Kebijakan lainnya yaitu menguatkan konektivitas jaringan logistik pelabuhan-wilayah penyangga dengan cara meningkatkan kualitas infrastruktur penghubung, meningkatkan kerja sama antara operator pelabuhan dengan eksportir dan penyedia jasa logistik, serta membangun terminal barang.


Keywords


Kebijakan Ekonomi; Pengembangan Pelabuhan; Wilayah Penyangga; Logistik

Full Text:

PDF

References


Anwar, K. (2012). Peluang, tantangan dan hambatan ekspor melalui Pelabuhan Krueng Geukuh. Proceeding of Aceh Development International Conference (ADIC) 2012, 494–504. Kuala Lumpur, 26–28 March 2012, International Islamic University Malaysia. Diakses dari http://repository.unimal.ac.id/1002/1/5.%20Seminar%20Internatioan%20ADIC%20%20ISBN%20978-967-5742-03-3%20Maret%202012.PDF. Tanggal akses 3 Agustus 2016.

BPS Provinsi Aceh. (2016). Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Aceh Menurut Lapangan Usaha, 2010–2015. Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh.

Bryan, J., Munday, M., Pickernell, D., & Roberts, A. (2007). Assessing the economic significance of port activity: Evidence from ABP Operations in industrial South Wales. Maritime Policy & Management, 33(4), 371–386. DOI: https://doi.org/10.1080/03088830600895600.

Dinas Perkebunan Aceh. (2014). Statistik perkebunan Aceh.

Dinas Pertambangan dan Energi Aceh. (2016). Data penjualan hasil produksi komoditi pertambangan mineral, dan batu bara di wilayah Aceh tahun 2010–2015.

Dipatunggoro, G. (2007). Sumberdaya batubara kawasan blok PT. Teunom Resources, Kab. Aceh Barat, Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Bulletin of Scientific Contribution, 5(1), 49–60.

Dishubkomintel Aceh. (2010–2015). Sistem monitoring dan evaluasi pelabuhan 2010–2015. Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Telekomunikasi Aceh.

Dishubkomintel Aceh. (2013). Laporan final rencana induk Pelabuhan Aceh. Dinas Perhubungan, Komunikasi, Informasi dan Telematika Aceh.

Disperindagkop. (2010–2014). Realisasi Ekspor Provinsi Aceh tahun 2010–2014. Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Provinsi Aceh.

Dunn,W. N. (2013). Pengantar analisis kebijakan publik. Yogyakarta: UGM Press.

Dwarakish, G. S., & Salim, A. M. (2015). Review on the Role of ports in the development of a nation. Aquatic Procedia, 4, 295–301. DOI: https://doi.org/10.1016/j.aqpro.2015.02.040.

Garcia-Alonso, L., Martinez-Pardo, A., & Vallejo-Pinto, J. A. (2016). Analysis of the spatial development of the hinterland of ports: A case study. International Journal of Shipping and Transport Logistics, 8(2), 111–128. DOI: 10.1504/IJSTL.2016.075007.

Großmann, H., Otto, A., Stiller, S., Wedemeier, J., Koller, C., Pfluger, W., & Roestel, A. A. (2006). Maritime Trade and Transport Logistics. HWWI (Part A): Perspectives for maritime trade – Cargo shipping and port economics. Berenberg Bank (Part B) Perspectives of maritime trade and transport logistics – Strategies for companies and investors. Strategy 2030 - Wealth and Life in the Next Generation, No. 4. Hamburg: Berenberg Bank und HamburgischesWeltWirtschaftsInstitut (HWWI).

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2015). Informasi statistik infrastruktur pekerjaan umum dan perumahan rakyat (BISPUPR) 2015. Jakarta: Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin), Sekretariat Jenderal, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Diakses dari http://www3.pu.go.id/uploads/services/infopublik20160520162433.pdf. Tanggal akses 3 Agustus 2016.

Kementerian Perhubungan. (2014). Naskah teknokratik RPJMN III Sektor transportasi dan background study Renstra Kemenhub 2015-2019. Diakses dari http://www.indii.co.id/images/event power point/8228/naskah-teknokratik-rpjmn-iii-sektor-transportasi-danbackground-study-renstra-kemenhub-2015-2019-sektorlaut.pdf. Tanggal akses 3 Agustus 2016.

Lubis, E. (2012). Pelabuhan perikanan. Bogor: IPB Press.

Meersman, H., Steenssens, C., & Van de Voorde, E. (1997). Container throughput, port capacity and investment. SESO Working Papers 1997020. Faculty of Applied Economics University of Antwerp. Diakses dari https://www.uantwerpen.be/images/uantwerpen/container1244/files/TEW%20-%20Onderzoek/Working%20Papers/SESO/1997/SESO-1997-020%20(353).pdf. Tanggal akses 3 Agustus 2016.

Mi, Z., & Hanbin, X. (2010). Research on port logistic development model based on supply chain management. Proceedings of the 7th International Conference on Innovation & Management, 1644–1648. Wuhan University of Technology Press. 4–5 December 2010,Wuhan, China. Diakses dari http://icim.vamk.fi/2014/uploads/UploadPaperDir/7thICIM2010.pdf. Tanggal akses 3 Agustus 2016.

Nazir, M. (1988). Metode penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia.

Notteboom, T. E., & Rodrigue, J. P. (2005). Port regionalization: toward a new phase in port development. Maritime Policy & Management, 32(3), 297–313. DOI: https://doi.org/10.1080/03088830500139885.

Olesen, P. B., Dukovska-Popovska, I., Hvolby, H. H., & Jensen, K. S. (2012). Strategic port development: Identifying a development approach for small and medium sized ports. Trafikdage påAalborg Universitet 2012. Diakses dari http://www.trafikdage.dk/td/papers/papers12/SpecialSessions/111 PeterBjergOlesen.pdf. Tanggal akses 3 Agustus 2016.

Park, J. S., & Seo, Y. J. (2016). The impact of seaports on the regional economies in South Korea: Panel evidence from the augmented Solow model. Transportation Research Part E: Logistics and Transportation Review, 85, 107–119. DOI: https://doi.org/10.1016/j.tre.2015.11.009.

Patunru, A. A., Adrison, V., Azar M. S., Usman, Huda, A., Samosir, A. H. T., & Aryandani. (2010). Transportasi Barang di Nusa Tenggara Timur: Permasalahan dan Biaya. Jakarta: LPEM-FEUI dan The Asia Foundation. Diakses dari https://asiafoundation.org/resources/pdfs/GoodsTransportationNTT.pdf. Tanggal akses 3 Agustus 2016.

PPID Aceh. (2016). Peraturan Gubernur Aceh Nomor 5 Tahun 2016 Tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh Tahun Anggaran 2016. Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Aceh. Diakses dari https://ppid.acehprov.go.id/v2/dip/download/536/PerGub%20Nomor%205%20Tahun%202016.pdf. Tanggal akses 3 Agustus 2016.

Richardson, J. A., & Heidelberg, R. L. (2012). The economic impact of the ports of Louisiana. Prepared for the Ports Association of Louisiana. Diakses dari http://www.portsoflouisiana.org/wp-content/uploads/documents/2012-final-report.pdf. Tanggal akses 12 Februari 2016.

Rodrigue, J. P., & Notteboom, T. (2009). The terminalization of supply chains: reassessing the role of terminals in port/hinterland logistical relationships. Maritime Policy & Management, 36(2), 165–183. DOI: https://doi.org/10.1080/03088830902861086.

Saleh, S. M., Sjafruddin, A., Tamin, O. Z., & Frazila, R. B. (2010). Kebijakan sistem transportasi barang multimoda di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Jurnal Transportasi, 10(1), 65–76. DOI: http://dx.doi.org/10.26593/jt.v10i1.381.%25p.

Saleh, S. M., Tamin, O. Z., Sjafruddin, A., & Frazila, R. B. (2009). Pengaruh muatan truk berlebih terhadap biaya pemeliharaan jalan. Jurnal Transportasi, 9(1), 79–89. DOI: http://dx.doi.org/10.26593/jt.v9i1.348.%25p.

Talley, W. K. (2009). Port economics. Oxon: Routledge.

Triatmodjo, B. (2011). Analisis kapasitas pelayanan terminal peti kemas Semarang. Makalah untuk Seminar Nasional-1 BMPTTSSI–Universitas Sumatera Utara, Medan - 14 Oktober 2011. Konferensi Nasional Teknik Sipil (KoNTekS) 5, pp. H-183–190. Diakses dari http://konteks.id/p/05-132.pdf. Tanggal akses 12 Februari 2016.

Wang, G. W., Zeng, Q., Li, K., & Yang, J. (2016). Port connectivity in a logistic network: The case of Bohai Bay, China. Transportation Research Part E: Logistics and Transportation Review, 95, 341–354. DOI: https://doi.org/10.1016/j.tre.2016.04.009.

Yudhistira, M. H., & Sofiyandi, Y. (2017). Seaport status, port access, and regional economic development in Indonesia. Maritime Economics & Logistics, 1–20. DOI: https://doi.org/10.1057/s41278-017-0089-1.




DOI: http://dx.doi.org/10.21002/jepi.v18i1.722

StatCounter - Free Web Tracker and Counter View My Stats 
Creative Commons License
JEPI by Dept Ilmu Ekonomi  is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.