Kenaikan Harga Tanah di Indonesia dan Jepang: Sebuah Studi Perbandingan

Dhaniel Ilyas

Abstract


Perkembangan pesat yang terjadi di daerah sekitar perkotaan mengakibatkan kebutuhan terhadap tanah semakin meningkat. Kebutuhan tanah bagi industri dan berbagai kegiatan ekonomi bersaing dengan kebutuhan tanah bagi perumahan yang terus meningkat.

Sejak pertengahan tahun 1980-an, pemerintah mengimbau pengusaha swasta untuk melakukan pengembangan kawasan perumahan skala besar secara terpadu dalam rangka mengantisipasi lonjaknya kebutuhan rumah di perkotaan. Himbauan pemerintah ini, awalnya tidak didukung oleh juklak yuridis yang mengatur penguasaan lahan dalam skala besar. Sejumlah pengusaha  dengan caranya masing-niasing membawa proposal pengembangan kota baru pada Pemda Tingkat I dan Tingkat II serta ikut terjun melakukan penguasaan lahan dalam skala besar. Maka, lahirlah belasan proyek kota baru di kawasan Jabotabek dengan proyeksi penguasaan lahan mencapai puluhan ribu hektar. 


Keywords


Harga Tanah; Indonesia; Jepang

Full Text:

PDF

References


Beberapa artikel yang diambil dari, Media Indonesia, Bisnis Indonesia, Kompas dan Warta Ekonomi.

Goldberg, Michael dan Peter Chinley, Urban Land Economics, John Wiley & Sons, Inc., Canada, 1984.

Halcrow, Harold G., Joseph Ackerman, Marshall Harris, Charles L. Stewart dan John F. Timmons,(eds.), Modern Land Economics Papers of The Land Institute, University of Illinois Press, Urbana, 1960.

Nobuyuki, Kurokawa, Getting Serious About Land Prices, Japan Quarterly Vol: XXXVII, No. 4 October-December,1990.

Simarmata, Dj. A., Ekonomi Pertanahan dan Properti di Indonesia Konsep, Fakta dan Analisis, Center for Policy and Implementation Studies Publication, Jakarta, 1997.




DOI: http://dx.doi.org/10.21002/jepi.v1i1.564

StatCounter - Free Web Tracker and Counter View My Stats 
Creative Commons License
JEPI by Dept Ilmu Ekonomi  is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.